-->

Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Warga Lokal Torut Keluhkan Proyek Jalan Ranteuma-Pulupulu’, Diduga Asal Dikerja

Sabtu, 29 November 2025 | 05:10 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-28T22:44:32Z

Beginilah kualitas cor jalan ruas Ranteuma-Pulupulu yang dikerja dalam tahun anggaran 2025 di Toraja Utara. Belum digunakan sudah mulai rusak. Anggaran proyek ini sebesar Rp5,4 miliar, dikerja kontraktor pelaksana CV. Luthfie Putra Utama, perusahaan yang beralamat di Kompleks Buntusu Permai Blok B1 No. 4 Tamalanrea, Makassar. (dok.maman) 

PMTINEWS.com, Makassar l Satu lagi, proyek jalan diduga bermasalah di Toraja Utara, lokasinya berada di Lembang Talimbangan, Kecamatan Buntu Pepasan. Proyek tahun anggaran 2025 ini bernama Rekonstruks/Peningkatan Jalan Ranteuma-Pulupulu senilai Rp5.400.354.842,85. Tapi di papan proyek nilainya tertera sebesar Rp5.400.350.000,- atau Rp5,4 miliar lebih. 


Dalam pengerjaannya proyek ini kemudian disorot warga lokal atau warga setempat. Bahkan salah satu yang menyoroti hal ini adalah Kepala Lembang Talimbangan, Marthen Tandi, S.IP. Seperti dugaan warga, Kepala Lembang ini mensinyalir pihak kontraktor memakai material bercampur lumpur sehingga tidak efektif untuk perbaikan jalan. 


Jalan jadi licin terutama ketika hujan. Kondisi ini menyulitkan kendaraan yang melintas. "Kondisi material berlumpur sekali bukan mengeraskan jalan tapi malah membuat jalan makin licin, kami berharap pelaksana memperhatikan kualitas material,” ucap seorang warga enggan disebut namanya. 


Proses material sebelum tahap pengecoran. (dok.maman) 


Warga ini mendesak Pemda Toraja Utara melalui Dinas PUPR agar tanggap terhadap keluhan masyarakat khususnya yang bermukim di lokasi proyek. “Konsultan pengawas harus rajin turun langsung mengecek proses pekerjaan dan melaporkan ke PPK. Begitupun PPK atau Pejabat Penandatangan Kontrak harus rutin memantau kondisi proyek di lapangan agar bisa menjelaskan,” timpal warga tersebut. 


Ia berharap pengerjaan jalan di lakukan sesuai standard agar tidak membahayakan pengguna jalan serta memberi hasil yang maksimal. Hesron Sangganna, ST, PPK proyek ini, ketika dikonfirmasi Jumat sore (28/11), bahkan dengan menshare foto-foto kondisi pekerjaan ke nomor WhatsApp-nya, tidak menjawab. Padahal, dalam gambar yang dikirim memperlihatkan foto kondisi coran atau beton yang nampak mulai rusak belum digunakan. (maman)


×
Berita Terbaru Update