![]() |
| Proyek Jembatan Ne' Gandeng tahun anggaran 2025 di Malakiri, Lembang Palangi, Kecamatan Sa'dan Balusu, Toraja Utara. (dok.nato) |
PMTINEWS.com, Makassar l Proyek pembangunan Jembatan Ne' Gandeng tahun anggaran 2025 senilai Rp12.300.634.000,- hingga kini belum rampung. Awak media mendatangi lokasi proyek di Malakiri, Lembang Palangi, Kecamatan Balusu, dan melihat langsung aktivitas para pekerja, Jumat (9/1). Sejauh ini, pembangunan proyek ini diduga bermasalah lantaran konstruksi bangunan yang digunakan.
Pointnya adalah adanya dugaan panjang bentangan rangka baja tidak cukup, hanya 50 meter, tidak sampai di bantalan abutmen bagian timur. Ini akan menimbulkan dampak bagi pengendara yang nantinya akan melintas. Apalagi jembatan yang bentangan 50 meter dan lebar 6 meter ini pastinya akan dilalui kendaraan bermuatan lebih dari 40 tonase.
Jarak abutmen barat dan timur sendiri melebihi panjang bentangan. Namun soal berapa jarak abutmen ini tidak diketahui. Dihubungi, via WhatsApp (WA), Minggu pagi (11/1), PPK Joni Patiung, belum menjawab soal jarak itu. "Secara teknis bisa kita tax sama Pa Yan, sebagai Site engineer di lapangan pak 🙏, " ujarnya. Begitupun dugaan adanya sambungan overstek guna menyiasati bentangan yang pendek itu agar sampai pada bantalan abutmen bagian timur.
“KLO itu yg di maksud penambahan strukturx ada, dan itu SDH perhitungan trknisx, dan SDH di presentase bersama tenaga ahli struktur dari akademisi dgn tim pendamping hukum🙏, “ jelas Joni sambil menyebut dudukan rangka 50 meter.
Sementara itu, menanggapi soal overstek atau penambahan struktur itu, pakar konstruksi khususnya masalah jembatan, Ir. Daniel Pongsiuluran, mengatakan, jika overstek dilakukan sangat riskan. “Silahkan saja overstek kalau mau coba-coba, tapi manakala terjadi sesuatu, semua orang yang terlibat disitu masuk penjara,” beber mantan Kadis PUPR Mamasa lantang ketika ditemui di kediamannya di Rantepao, Sabtu (10/1) malam.
Overstek, katanya, bukan merupakan elemen penopang primer untuk keseluruhan jembatan. Fungsinya memberi ruang untuk saluran air (drainase) agar hujan jatuh bebas dari struktur utama, dalam hal ini tiang. Kemudian memberi ruang untuk pejalan kaki, melindungi balok tepi atau gelagar dari paparan langsung elemen cuaca, aspek arsitektural atau estetika. (nato)

