PMTINEWS.com, Makassar l Jenazah ABK (Anak Buah Kapal) asal Toraja, Mathius Pulo, yang sebelumnya dikabarkan meninggal dunia dalam pelayaran lewat jalur pelabuhan laut, akhirnya tiba di Taiwan, Jumat, 20 Maret 2026 pagi waktu Indonesia dengan menggunakan kapal ikan tempatnya bekerja.
Saat tiba, jenazah Mathius Pulo didampingi sejumlah rekannya yang juga ABK asal Indonesia yang berada dalam satu kapal untuk proses autopsi dan administrasi. Ketika tiba di Taiwan, jenazah langsung dibawa pihak Otoritas setempat guna menjalani proses penyelidikan sesuai prosedur hukum yang berlaku di negara tersebut.
Paman Mathius, Yance, sebelumnya mengaku telah menerima kabar resmi dari pihak serikat pekerja Indonesia yang berada di Taiwan. Keluarga, kata Yance, kini sedikit lega karena keberadaan jenazah sudah jelas dan dalam penanganan pihak berwenang.
“Informasi kedatangan jenazah kami dapatkan dari serikat pekerja di Taiwan yang memang dari awal terus membantu memberikan informasi terkait jenazah Mathius. Saat ini sudah ditangani oleh otoritas setempat untuk proses lebih lanjut,” ungkap Yance, Jumat pagi.
Almarhum Mathius Pulo sendiri sebelumnya diketahui merantau sebagai pekerja di sektor perikanan internasional. Ia dikenal sebagai sosok pekerja keras yang berangkat ke luar negeri dari Balikpapan demi membantu perekonomian keluarga di kampung halaman. Mathius adalah alumni SMK Negeri 5 Balikpapan yang sebelumnya tinggal bersama pamannya, Yance.
Kabar meninggalnya Mathius Pulo sendiri sempat menyisakan tanda tanya, terutama karena posisi jenazah sebelumnya yang masih berada di tengah laut dan belum bisa dipastikan penyebab kematiannya serta proses penanganannya. Karena itu, pihak keluarga maupun masyarakat luas kuatir dengan kepastian pemulangan jenazah ke tanah air.
Sementara itu, Irjen Pol (P) Drs. Frederik Kala’lembang, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, yang akrab disapa JFK, akan terus mengawal hingga pemulangan jenazah almarhum ke Indonesia. Ia mengapresiasi jenazah dapat tiba di Taiwan. Kata JFK, ini sebagai langkah penting guna memastikan proses penanganan berjalan baik dan sesuai prosedur hingga tiba di Indonesia.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu hingga jenazah tiba di Taiwan. Sebelumnya jenazah masih berada di tengah laut, dan itu tentu menjadi kekhawatiran kita semua. Ini perkembangan yang patut kita syukuri,” ujar Frederik Kalalembang.
Sejak awal, tambah JFK, dirinya dilaporkan terkait hal ini. Dari laporan itu, ia langsung aktif berkoordinasi dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Taiwan guna memastikan penanganan terhadap almarhum berjalan sesuai prosedur serta mendapatkan perhatian serius dari negara.
JFK kemudian menegaskan dirinya akan terus memantau proses yang berlangsung serta kembali memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan atase kepolisian dan pihak KBRI di Taiwan. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan seluruh proses administrasi dan penyelidikan dapat berjalan lancar hingga pemulangan ke tanah air.
“Saya akan terus berkoordinasi dengan atase kepolisian dan pihak KBRI di Taiwan untuk memastikan seluruh proses, administrasi maupun penyelidikan, dapat segera diselesaikan. Harapan kita, setelah semua tahapan itu selesai, jenazah bisa segera diberangkatkan ke Indonesia dan diserahkan kepada keluarga,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa proses pemulangan jenazah dari luar negeri memerlukan waktu karena harus melalui sejumlah tahapan, mulai dari autopsi dan penyelidikan oleh otoritas setempat, hingga penyelesaian dokumen apabila tidak ditemukan unsur pidana. Setelah seluruh proses tersebut rampung, jenazah akan dipulangkan ke Jakarta sebelum diteruskan ke kampung halaman almarhum di Toraja. (james)
%20Frederik%20Kala'lembang_20260322_063043_0000.png)
